Jumat, 21 Februari 2014

Gedung Lindeteves Yang Indah Dan Bersejarah


Melintas di jalan raya di sekitar kawasan Monumen Tugu Pahlawan – Surabaya banyak terdapat bangunan tua yang kuno dan bersejarah.

Salah satunya adalah sebuah bangunan dengan papan nama bertulisan Mandiri di bagian atasnya.
Click : Nikmatnya Oleh-oleh Khas Tuban
 Jenazah Utuh Dimakamkan 35 Tahun Di Tuban 

Bangunan yang cukup megah dengan kondisinya yang terawat dengan baik ini berada di  sudut perempatan Jalan Kebon Rojo – Jalan Jembatan Merah dan Jalan Pahlawan.

Dalam ukuran yang lebih kecil, melihat  gaya dan arsitektur bangunan yang berwarna oranye dan putih  ini, secara sepintas mengingatkan saya pada gaya dan arsitektur bangunan Gedung lawang Sewu  dan Gereja Blenduk di Semarang serta bangunan-bangunan era Kolonial Belanda lainnya. 

Bangunan gedung Bank Mandiri sebagai penggunanya untuk saat  ini tersebut  sangat luas. Tampak sebuah menara  yang  menjulang cukup tinggi dengan jam analog yang menunjukkan waktu dan masih berfungsi hingga saat ini.  

Pada bagian atap bangunan terdapat beberapa panel berbentuk khusus yang berfungsi semacam hiasan puncak bangunan dan jendela.
Pada bagian dinding bangunannya terdapat lampu-lampu penerang dengan bentuknya yang klasik.Di bagian depan bangunan ini terdapat gerbang yang bagian atasnya berbentuk setengah lingkaran dengan  pintu besi yang kokoh.
Di dekat gerbang ini terpajang tiga buah  batu marmer yang berwarna hitam.   Batu marmer yang pertama bertuliskan Gedung PT Bank Dagang Negara ( Persero ) Cabang Surabaya  Pahlawan.
Sedangkan dua batu marmer lainnya berisi prasasti yang berkaitan dengan sejarah tentang gedung ini di masa lampau.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Break Session :
Baca juga artikel-artikel menarik lainnya di Blog ini dengan Langsung KLIK Link di bawah ini atau kata-kata berwarna Biru lainnya :
  
OLeh-oleh Khas Tuban 
Semaraknya Karnaval Budaya Di Tuban

Hantu Yang Aneh di Lamongan 
Relief 3 Dimensi di Kelenteng Tuban 
Api Yang Tak Bisa Padam Di Bojonegoro
Maharani, Si Cantik dari Lamongan 
Serunya Disemprot Air di Tempat Wisata
Semaraknya Karnaval Budaya 2012  Di Tuban

Ijazah Dokter Jawa Di Masa Lampau
Merak Albino Yang Eksotis dan Langka 
Sisi Lain Monumen Tugu Pahlawan Surabaya 
Ragam Kapal dan Perahu Tradisional di Lamongan 
Sosok Dokter Perintis Museum SANTET  

Relief Kucing Di Kelenteng Tjoe Ling Kiong - Tuban
Kota TEXAS Di Lamongan 
Museum Yang Menyimpan Benda-Benda Santet 
Harimau dan Singa Liar Di Lamongan
Benda-benda Bernuansa Mistis dan Magis di Museum

Kuda Unik Yang Bermahkota dan Bersayap
Jejak Sekolah Presiden Soekarno Di Surabaya
Monumen Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk Di Lamongan
Kisah Ali Baba Di Istana Boneka
Lukisan Ala Komik Di Kelenteng Bojonegoro 

Purna Siswa dan Gelar Prestasi TK Integral Hidayatullah - Tuban
Play Group Hidayatullah - Tuban
Taman Kanak-Kanak Integral Hidayatullah - Tuban 

Gadis di Tuban  Penarik Truck Dengan Menggunakan Rambut dan Gigi
Kerangka Gajah Purba Di Lamongan

Kirab Piala Adipura Di Tuban
Parade Mobil Hias Di Tuban 
Pesawat Nomad TNI Angkatan Laut  Di Lamongan 
Kapal Selam Yang Terdampar Di Surabaya

Batu-batu  dan Relung Unik di Gua Akbar
Legenda Batu Gajah di Tanah Tuban 
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Atraksi Kekuatan Ala Samson Di Tuban 

Nenek Penghuni Hutan Pinus Di Banyuwangi 

Indahnya Masjid Agung Tuban di Malam Hari 
Kejurnas Off Road 4x4 Real Adventure di Tuban
Reog Malam Bulan Purnama Di Tuban 
Indahnya Pantai Panyuran - Tuban 

Souvenir Ongkek Yang Unik dan Khas Tuban
Mushola Unik Di Dalam Gua Akbar 
Pantai Sowan Yang Indah dan Alami
Rumah Serangga Di Lamongan
Meraup Kesegaran Alami Di Pemandian Bektiharjo
Iklan Pajak Keliru Ala Tuban 

Kelenteng Hong Tiek Hian - Surabaya
Harimau di kelenteng Kwan Sing Bio 
Wanita Mini 75 cm dari Tuban 
Nuansa Nostalgia Di Pantai Tasikharjo Tuban 

Bertemu Bajak Laut Di Lamongan
Indahnya Pasar Bunga Kayun Di Surabaya
Wisata Laut Tuban Yang Mengecewakan

Rumah Kucing Di Lamongan 
Pesona Kuda Jingkrak di Tuban
Rumah Sakit Hantu Di Lamongan 
Foto Gus Dur di Kelenteng Boen Bio 

Nuansa Horor Di Museum Kesehatan
Sumber Air Tawar Di Pantai Boom Tuban 
Ikon Ala Nazi di Kelenteng Kwan Sing Bio

Camilan Ampo Yang Terbuat dari Tanah
Menguji Adrenalin di Watu Ondo
Rambu Ala Slankers Di Bojonegoro
Buah Kepel Sebagai Deodoran Alami

Nikmat dan Segarnya Es Dawet Siwalan
Indahnya Alun-alun Tuban di Malam Hari
Pesona Kesegaran Air Terjun Sri Getuk
Ribuan Ikan dan Kelelawar di Gua Ngerong
Gemerlap Istana Dalam Gua 
 
Museum Anak Kolong Tangga
Jangkar Bermata Empat Di Museum Kambang Putih
Pesona Keindahan Candi Prambanan

Pondok Pesantren Dalam Gua Yang Fenomenal
Minuman Legen Yang Nikmat dan Segar
Jejak Majapahit di Candi Jabung  
================================================================
Menurut kedua prasasti, Gedung yang dibangun   tahun 1913  ini merupakan gedung milik  Perusahaan Daerah Lindeteves milik  pemerintah kolonial Belanda .
 
Pada masa  lalu, gedung ini digunakan oleh N.V Lindeteves-Stokvis yang merupakan  satu di antara lima perusahaan konglomerat Belanda. Empat perusahaan lainnya adalah NV Rotterdam Internatio, NV Borsumij Maatschappij, NV Geo Wehry , dan NV Jacobson van den Berg. Mereka menguasai jaringan bisnis perdagangan, produksi, jasa, industri, serta distribusi di sejumlah negara.

Di Surabaya NV. Lindeteves-Stokvis adalah cabang dari perusahaan yang berkedudukan di Semarang. Bisnisnya dibidang konstruksi baja membuat pihak Jepang menjadikan gedung di jalan Pahlawan ini bengkel perbaikan peralatan perangnya dimasa pendudukan Jepang tahun 1942 – 1945.


Gedung ini dibangun pada tahun 1911. Perancangnya adalah biro arsitek Hulswit, Fermont dan Ed. Cuypers dari Batavia (Jakarta)
Setelah Belanda takluk, pada masa Kolonial Jepang, gedung ini beralih fungsi menjadi Kitahama Butai, yaitu bengkel dan gudang  untuk menyimpan peralatan  perang  dan kendaraan tempur tentara Jepang.

 
Pada pertempuran hebat tgl 1 Oktober 1945 antara pejuang  ‘ Arek-arek Suroboyo ‘ dengan pasukan tentara Jepang, pejuang Indonesia bertinjauan merebut gedung ini dengan mendapatkan rampasan perang berupa meriam ringan, panser dan tank.

Dengan latar belakang dan kisah sejarahnya nya yang heroik, gedung ini ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan SK no 188.45/251/402.104/1996 no urut 35. 

Saat ini beberapa bagian dari Gedung ini digunakan sebagai perkantoran. Dengan bentuk dan gaya bangunan yang khas dan klasik, gedung ini sering menjadi lokasi  pemotretan  oleh para fotografer baik  untuk sekedar berlatih, fashion dan pre-wedding.



0 komentar:

Posting Komentar

◄ Newer Post Older Post ►
 

Copyright 2011 begadang & berdagang online